Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Friday, October 21, 2016

16 Cara Mengatasi Insomnia dengan Cepat

16 Cara Mengatasi Insomnia dengan Cepat  - Insomniaadalah sebuah penyakit yang kelihatan nya remah tetapai sangat serius bagi para penderitanya, yaitu gejala yang sangat susah untuk tidur, padahal kebanyakan orang susah untuk bangun ketika tidur, ini adalah pengecualian, yang perlu penanganan khusus, penyebab insomnia adalah karena pola hidup yang tidak teratur bisa juga karena pengaruh lingkungan sters, dalam jangka panjang ini sangat berbahaya, pada kesempatan ini saya akan berbagi cara dan tips yang dapat mengatasi insomnia akut, baik pada remaja secara alami tanpa obat

16 Cara  Mengatasi Insomnia dengan Cepat

1). Tidur Dan Bangunlah Pada Pola Yang Teratur

Setiap hari sebaik nya tidurlah pada waktu yang normal di lakukan manusia untuk tidur, karena waktu tidur yang kacau kan mengacaukan pola tidur mu yang selanjutnuya.

2). Jernihkan Pikiran
Hilangkan segala pikiran yang ada di dalam hidup jangan terlalu di fikir kan yang sudah yah biarkan jangan berlarut larut , jika ini terbawa ke rumah ini akan mengganggu anda dalam tidur.

3). Mengatasi dan Menyelesaikan Masalah Yang di Hadapi

Dengan selesai nya sebuah masalah yang anda hadapi itu akan mengurangi beban pikiran anda , dan memudahkan untuk tidur.

4). Konsultasi ke Dokter

Jika anda merasa susah tidur terus menerus maka sebaiknya anda pergi ke dokter, mungkin ada sesuatu masalah dalam tubuh anda seperti darah tinggi atau susah bernafas karena sesak. jika sudah di ketahui akan mudah untuk anda dalam beristirahat.

5). Kurangi konsumsi Minuman Stimulan

Biasanya minuman ini akan membuat anda terjaga sepanjang malam, seperti kopi teh alkohol, dan sebagainya, tentu saja ini akan membuat anda terjaga dalam waktu yang stabil jika semua di tinggalkan pasti akan membuat anda lebih mudah tidur.

6). Memanjakan Diri Dengan Relaksasi
Seperti membaca buku kesukaan dan mendengarkan musik kesukaan, akanmembuat otak merasa tenang dan sedikit letih akhirnya bisa anda tertidur.

7). Bersiaplah Untuk Tidur
Dengan pergi ke tempat tidur dan berniat untuk tidur anda akan merasa mengantuk, bukan malah mengerjakan yang lainya, jika ini tidak di lakukan masalah insomnia akan sulit diatasai.

8). Jangan Memaksakan Untuk Tidur
Tidur itu alami dan berjalan begitu saja , jika anda memaksakan anda kan merasa cemas dan tentunya akan sulit untuk menjalaninya, pergilah ke tempat tidur berbaring dengan tenang maka kantuk itu pasti datang dengan sendirinya.

9). Kita harus terima bahwa kita wajib tidur
Denagn memastikan diri dengan statemen yang baik maka anda akan lebih peduli dengan kesehatan tidur anda jangan di kurangi kalo waktu tudur normal itu adalah 8 jam perhari,terkecualia ada urusan lain.

10). Berolah Raga
Penelitian membuktikan olahraga teratur dapat membantu orang yang susah tidur , dan sebaiknya dilakukan pada pagi dan sorea hari bukan saat menjelang tidur , denagn berolah raga badan menjadi lebih sehat dan optimal dan memnghilangkan stress yang muncul dengan baik, dengan olahraga badan akan merasa letih dan memicu datangnya kantuk.

11). Pemijatan dan terapi fisik
Metode ini sangat membantu dalam membuat tubuh tetap dalam keadaan santai danlebih relak serta dapt meningkatkan kualitas tidur seseorang, beberapa pene;itian membuktikan mpemijatan menggunakan minyak esensial dan levender di percaya dapat meningkatkan mood seseorang meningkatkan kapasitas mental serta membantu mengurangi kegelisahan yang terjadi.

12). Minum Air hangat
Dilakukan pada sore hari akan membantu mengendurkan otot anda yang seharian diapakai untuk beraktifitas biasanya dalam bentuk susu g hangat buatan orang terkasih membuat anda lebih santai dan damai pastinya, dan buatlah lingkungan sekitar merasa nyaman supaya cepat tidur.

Baca juga : Cara Mengatasi Kudis dengan Alami dan Aman

13). Lakukan Meditasi dan Pernafasan

Cara ini sudah di kenal sejak dulu sebagai metode relaksasi yang paling ampuh , dengan bermeditasi anda akan bisa mengatasi prmasalahkan hidup , karena memfokuskan diri pada satu titik pikiran anda sehingga mudah tidur.

14). Meningkatkan Aktifitas anda Disiang Hari
Dengan aktif di siang hari anda akan lebih mudah terlelap dimalam hari, tentunya berhubungan dengan insomnia lakuakanlah aktifitas fisik yang menguras tenaga dan keringat ,selain menjadi sehat dan membuat peredaran darah lancar pastilah andaa akan mudah terlelap di malam hari.

15). Hindari Melihat kearah jam

Karena anda akan tersiksa jika melihat waktu tersisa sebelum anda bangun , letakan arah jam yang belawanan dari posisi tidur anda.

16). Menetralisir Suara
Suara kendaraan, tetesan keran, anjing menggonggong, atau yang lainnya dapat menghilangkan sebagian besar waktu tidur Anda. Untuk itu, buatlah sebuah suara yang teratur dan tenang, seperti suara dari kipas angin, AC, atau suara yang lainnya. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan sumbat telinga atau ear plugs.

Demikian  16 Cara  Mengatasi Insomnia dengan Cepat  susah tidur semoga dapat menjadikan referensi anda yang sedang atau mengalami insomnia , sebenarnya insomnia itu sangat bergantung pada pola pikiran anda dan cara menyikapinya di bawa santai jangan terpikir sampe di rumah, ketahui lah semua orang pasti punya masalah jadi tenang anda tidak sendiri masalah itu akan kita selesaikan bersama.

Wednesday, July 20, 2016

Kanker Payudara_Apa yang harus kita ketahui

Menurut WHO 8-9% wanita akan mengalami kanker payudara. Ini menjadikan kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemui pada wanita. Setiap tahun lebih dari 250,000 kasus baru kanker payudara terdiagnosa di Eropa dan kurang lebih 175,000 di Amerika Serikat.

Masih menurut WHO, tahun 2000 diperkirakan 1,2 juta wanita terdiagnosis kanker payudara dan lebih dari 700,000 meninggal karenanya. Belum ada data statistik yang akurat di Indonesia, namun data yang terkumpul dari rumah sakit menunjukkan bahwa kanker payudara menduduki ranking pertama diantara kanker lainnya pada wanita.

Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian pada wanita akibat kanker. Setiap tahunnya, di Amerika Serikat 44,000 pasien meninggal karena penyakit ini sedangkan di Eropa lebih dari 165,000. Setelah menjalani perawatan, sekitar 50% pasien mengalami kanker payudara stadium akhir dan hanya bertahan hidup 18 – 30 bulan.
Penyebab dan Faktor Resiko
Penyebab pasti kanker payudara tidak diketahui. Meskipun demikian, riset mengidentifikasi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko pada individu tertentu, yang meliputi:
  1. Keluarga yang memiliki riwayat penyakit serupa
  2. Usia yang makin bertambah
  3. Tidak memiliki anak
  4. Kehamilan pertama pada usia di atas 30 tahun
  5. Periode menstruasi yang lebih lama (menstruasi pertama lebih awal atau
  6. menopause lebih lambat)
  7. Faktor hormonal (baik estrogen maupun androgen).
Dari faktor risiko tersebut di atas, riwayat keluarga serta usia menjadi faktor terpenting. Riwayat keluarga yang pernah mengalami kanker payudara meningkatkan resiko berkembangnya penyakit ini. Para peneliti juga menemukan bahwa kerusakan dua gen yaitu BRCA1 dan BRCA2 dapat meningkatkan risiko wanita terkena kanker sampai 85%. Hal yang menarik, faktor genetik hanya berdampak 5-10% dari terjadinya kanker payudara dan ini me nunjukkan bahwa faktor risiko lainnya memainkan peranan penting.

Pentingnya faktor usia sebagai faktor risiko diperkuat oleh data bahwa 78% kanker payudara terjadi pada pasien yang berusia lebih dari 50 tahun dan hanya 6% pada pasien yang kurang dari 40 tahun. Rata-rata usia pada saat ditemukannya kanker adalah 64 tahun.

Studi juga mengevaluasi peranan faktor gaya hidup dalam perkembangan kanker payudara yang meliputi pestisida, konsumsi alkohol, kegemukan, asupan lemak serta kurangnya olah fisik.

Diagnosis dan Skrining
Sejumlah studi memperlihatkan bahwa deteksi kanker payudara dan serta terapi dini dapat meningkatkan harapan hidup dan memberikan pilihan terapi lebih banyak pada pasien.

Diperkirakan 95% wanita yang terdiagnosis pada tahap awal kanker payudara dapat bertahan hidup lebih dari lima tahun setelah diagnosis sehingga banyak dokter yang merekomendasikan agar para wanita menjalani ‘sadari’ (periksa payudara sendiri – saat menstruasi) di rumah secara rutin dan menyarankan dilakukannya pemeriksaan rutin tahunan untuk mendeteksi benjolan pada payudara.

Pada umumnya, kanker payudara dideteksi oleh penderita sendiri dan biasanya berupa benjolan yang keras dan kecil. Pada banyak kasus benjolan ini tidak sakit, tapi beberapa wanita mengalami kanker yang menimbulkan rasa sakit.

Selain tes fisik, mamografi tahunan atau dua kali setahun dan USG khusus payudara disarankan untuk mendeteksi adanya kelainan pada wanita berusia lanjut dan wanita berisiko tinggi kanker payudara, sebelum terjadi kanker. Jika benjolan bisa teraba atau kelainan terdeteksi saat mamografi, biopsi perlu dilakukan untuk mendapatkan contoh jaringan guna dilakukan tes di bawah mikroskop dan meneliti kemungkinan adanya tumor. Jika terdiagnosis kanker, maka perlu dilakukan serangkaian tes seperti status reseptor hormon pada jaringan yang terkena.

Jenis tes yang baru menyertakan juga tes gen HER2 (human epidermal growth factor receptor-2) untuk tumor. Gen ini berhubungan dengan pertumbuhan sel kanker yang agresif. Pasien dikatakan HER2-positif jika pada tumor ditemukan HER2 dalam jumlah besar. Kanker dengan HER2-positif dikenal sebagai bentuk agresif dari kanker payudara dan memiliki perkiraan perjalan an penyakit yang lebih buruk daripada pasien dengan HER2-negatif. Diperkirakan satu dari empat sampai lima pasien dengan kanker payudara tahap akhir memiliki HER2-positif.

Penatalaksanaan Kanker Payudara
Penatalaksanaan kanker payudara dilakukan dengan serangkaian pengobatan kanker meliputi pembedahan, kemoterapi, terapi hormon, terapi radiasi dan yang terbaru adalah terapi imunologi (antibodi). Pengobatan ini ditujukan untuk memusnahkan kanker atau membatasi perkembangan penyakit serta menghilangkan gejala-gejalanya. Keberagaman jenis terapi ini mengharuskan terapi dilakukan secara individual.

- Pembedahan

Tumor primer biasanya dihilangkan dengan pembedahan. Prosedur pembedahan yang dilakukan pada pasien kanker payudara tergantung pada tahapan penyakit, jenis tumor, umur dan kondisi kesehatan pasien secara umum. Ahli bedah dapat mengangkat tumor (lumpectomy ), mengangkat sebagian payudara yang mengandung sel kanker atau pengangkatan seluruh payudara (mastectomy). Untuk meningkatkan harapan hidup, pembedahan biasanya diikuti dengan terapi tambahan seperti radiasi, hormon atau kemoterapi.
- Terapi Radiasi

Terapi radiasi dilakukan dengan sinar-X dengan intensitas tinggi untuk membunuh sel kanker yang tidak terangkat saat pembedahan.

- Terapi Hormon

Terapi hormonal dapat menghambat pertumbuhan tumor yang peka hormon dan dapat dipakai sebagai terapi pendamping setelah pembedahan atau pada stadium akhir.

- Kemoterapi

Obat kemoterapi digunakan baik pada tahap awal ataupun tahap lanjut penyakit (tidak dapat lagi dilakukan pembedahan). Obat kemoterapi bisa digunakan secara tunggal atau dikombinasikan. Salah satu diantaranya adalah Capecitabine dari Roche, obat anti kanker oral yang diaktivasi oleh enzim yang ada pada sel kanker, sehingga hanya menyerang sel kanker saja.

- Terapi Imunologik

Sekitar 15-25% tumor payudara menunjukkan adanya protein pemicu pertumbuhan atau HER2 secara berlebihan dan untuk pasien seperti ini, trastuzumab , antibodi yang secara khusus dirancang untuk menyerang HER2 dan menghambat pertumbuhan tumor, bisa menjadi pilihan terapi. Pasien sebaiknya juga menjalani tes HER2 untuk menentukan kelayakan terapi dengan trastuzumab.

Mengobati Pasien Pada Tahap Akhir Penyakit.

Banyak obat anti kanker yang telah diteliti untuk membantu 50% pasien yang mengalami kanker tahap akhir dengan tujuan memperbaiki harapan hidup. Meskipun demikian, hanya sedikit yang terbukti mampu memperpanjang harapan hidup pada pasien, diantaranya adalah kombinasi trastuzumab dengan capecitabine

Fokus terapi pada kanker tahap akhir bersifat paliatif (mengurangi rasa sakit). Dokter berupaya untuk memperpanjang serta memperbaiki kualitas hidup pasien melalui terapi hormon, terapi radiasi dan kemoterapi. Pada pasien kanker payudara dengan HER2-positif, trastuzumab memberikan harapan untuk pengobatan kanker payudara yang dipicu oleh HER2.

Semoga bermanfaat.....

Monday, July 25, 2011

Hubungan Hipertensi Dan Stroke

Stroke adalah komplikasi dari hipertensi, dimana kebanyakan dihubungankan secara langsung dengan tingkat tekanan darah (Zhang et al., 2006). Pemberian obat hipertensi sesungguhnya adalah suatu masalah, karena penurunan tekanan darah diperlukan untuk mencegah terjadinya kerusakan organ lebih lanjut, namun dilain pihak, pemberian obat antihipertensi juga beresiko terjadinya penurunan tekanan darah secara cepat, yang sangat berbahaya terhadap perfusi (aliran darah) ke otak. Oleh karena itu, obat antihipertensi tidak diberikan untuk menormalkan tekanan darah, tetapi hanya mengurangi tekanan darah sampai batas tertentu sesuai protokol pengobatan (Karyadib, 2002).

Tekanan darah seringkali meningkat pada periode post stroke dan merupakan beberapa kompensasi respon fisiologi untuk mengubah perfusi serebral menjadi iskemik pada lapisan otak. Hasilnya terapi tekanan darah mengurangi atau menghalangi kerusakan otak akut hingga kondisi klinis stabil (Chobanian et al.,2004).

a. Patofisiologi
Hipertensi merupakan faktor risiko stroke yang potensial. Hipertensi dapat mengakibatkan pecahnya maupun menyempitnya pembuluh darah otak. Apabila pembuluh darah otak pecah maka timbullah perdarahan otak dan apabila pembuluh darah otak menyempit maka aliran darah ke otak akan terganggu dan sel-sel otak akan mengalami kematian. Dari berbagai penelitian diperoleh bukti yang jelas bahwa pengendalian hipertensi baik sistolik, diastolik maupun keduanya menurunkan angka kejadian stroke (Harsono, 2005).

b. Sasaran terapi
Tekanan darah pada fase akut diturunkan perlahan-lahan sebab hipertensi tersebut timbulnya secara reaktif dan sebagian besar akan turun sendiri pada hari ke 3 hingga 7 (Iskandar, 2003). Penurunan tekanan darah pada stroke iskemik dapat dipertimbangkan bila tekanan darah sistolik >220 mmHg atau diastolik >120 mmHg, penurunan tekanan darah sebaiknya sekitar 10-15% dengan monitoring tekanan darah tersebut (Adams et al, 2003), sedangkan pada stroke perdarahan boleh diturunkan apabila tekanan darah sistolik pasien =180mmHg dan atau tekanan darah diastolik >130mmHg (Broderick et al, 2007).

c. Penatalaksanaan hipertensi pada stroke iskemik
Penatalaksanaan hipertensi pada stroke iskemik adalah dengan obat-obat antihipertensi golongan penyekat alfa beta (labetalol), penghambat ACE (kaptopril atau sejenisnya) atau antagonis kalsium yang bekerja perifer (nifedipin atau sejenisnya) penurunan tekanan darah pada stroke iskemik akut hanya boleh maksimal 20% dari tekanan darah sebelumnya. Nifedipin sublingual harus diberikan dengan hati-hati dan dengan pemantauan tekanan darah ketat setiap 15 menit atau dengan alat monitor kontinyu sebab dapat terjadi penurunan darah yang drastis, oleh sebab itu sebaiknya dimulai dengan dosis 5mg sublingual dan dapat dinaikkan menjadi 10mg tergantung respon sebelumnya.

Tekanan darah yang sulit diturunkan dengan obat diatas atau bila diastolik >140mmHg secara persisten maka harus diberikan natrium nitroprusid intravena 50mg/250ml dekstrosa 5% dalam air (200mg/ml) dengan kecepatan 3ml/jam (10mg/menit) dan dititrasi sampai tekanan darah yang diinginkan. Alternatif lain dapat diberikan nitrogliserin drips 10-20µg/menit. Tekanan darah yang rendah pada stroke akut adalah tidak lazim. Bila dijumpai maka tekanan darah harus dinaikkan dengan dopamin atau dobutamin drips serta mengobati penyebab yang mendasarinya (Mansjoer et al, 2007).

d. Penatalaksanaan hipertensi pada stroke perdarahan
Penatalaksanaan hipertensi pada stroke hemoragik berlawanan dengan infark serebri akut, pendekatan pengendalian tekanan darah yang lebih agresif pada pasien dengan perdarahan intraserebral akut, karena tekanan yang tinggi dapat menyebabkan perburukan edema perihematom serta meningkatkan kemungkinan perdarahan ulang.

Tekanan darah >180mmHg harus diturunkan sampai 150-180mmHg dengan labetalol (20mg intravena dalam menit), di ulangi pemberian labetalol 40-80mg intravena dalam interval 10 menit sampai tekanan yang diinginkan, kemudian infus 2 mg/menit (120 ml/menit) dan dititrasi atau penghambat ACE (misalnya kaptopril 12,5-25mg, 2-3 kali sehari) atau antagonis kalsium (misalnya nifedipin oral 3 kali 10mg) (Mansjoeret al, 2007).

e. Terapi pencegahan
Pemeliharaan target tekanan darah pada pasien yang mengalami stroke adalah modal utama untuk mengurangi risiko terjadi stroke yang kedua (Saseen dan Carter,2005). Sekitar 5% pasien yang dirawat dengan stroke iskemik mengalami serangan stroke kedua dalam 30 hari pertama (Mansjoer et al, 2007).

 

Semoga bermanfaat......
Sumber :berbagai web